Latar belakang aku dapet ide cerita ini karena….status-status di FB yang kebanyakkan jadi melow-melow marshmallow. He he he. Kalo mereka baca cerita ini, I hope this can help them somehow. ^^
Langit hidup dalam kemegahan. Ia diletakkan di tempat tertinggi, sehingga semua makhluk maupun benda-benda mati dapat melihat betapa hebatnya dia. Langit tidak hanya terlihat keren, tapi juga ia dikagumi oleh semua benda dan makhluk karena ia melindungi dan menjamin keseimbangan kehidupan di tempat2 di bawahnya. ^^
Langit bekerja dibantu oleh benda-benda yang bercahaya, sehingga ia begitu terlihat bergemerlapan oleh makhluk dan benda2 di bumi. Bulan, bintang, dan matahari membantu dia melindungi bumi. Kemegahan langit begitu memukau, sehingga semua makhluk dan benda di bumi melihat ke arah dia dengan penuh kekaguman. Segala makhluk dan benda2 di bumi sangat bahagia dan terbantu dengan keberadaan langit. Namun, bagaimana mereka bisa membalas kebaikan hati langit? Bagaimana membuat langit bahagia?

Tuhan, melihat kesungguhan langit dalam menjaga bumi. Ia pun ingin memberikan sesuatu kepada langit. Sesuatu yang ia inginkan, tapi mati-matian ia sembunyikan. ^^Hari itu Tuhan pun menciptakan bibit dandelion dan menaruhnya di bumi.

Langit melihat bibit dandelion yang terlihat lemah. Didorong oleh rasa belas kasihan, langit secara khusus memberi perhatian lebih terhadap bibit itu. Ia memberi seluruh bumi cahaya, tapi cahaya untuk dandelion ia buat lebih lembut dan hangat, tanpa sepengetahuan makhluk lainnya. Ia memberi hujan bagi seluruh bumi, namun secara diam-diam ia memberi air terbaik bagi dandelion. Tidak ada makhluk dan benda bumi yang mengetahui “kecurangan” langit ini.
Pelan-pelan dandelion itu tumbuh. Ia tidak tampak secantik atau seistimewa bunga-bunga lainnya, namun langit tetap memberi perhatian khusus padanya.

“Langit, lihatlah dandelion itu. Ia sudah lebih kuat sekarang. Masih perlukah aku mengatur sinarku secara khusus baginya? Masih perlukah kau menyeleksi air yang akan kau berikan padanya?”tanya Matahari setengah mengeluh.
“Dari mana kau bisa memastikan dia kuat? Tetap berikan dia yang terbaik,”kata langit.
Matahari terdiam. Langit yang selalu memperhatikan segala makhluk dan benda di bumi dengan perhatian yang sama rata tanpa pandang bulu, mulai menganakemaskan dandelion. Matahari membiarkan langit berlaku begitu terus terhadap dandelion, karena matahari tahu, sejak langit memelihara dandelion, langit terlihat lebih bahagia.
Dandelion menyadari perhatian langit terhadapnya. Ia begitu berterima kasih, mengagumi, dan tanpa ia sadari, ia menaruh hati pada langit. Tanpa ia sadari pula, ia selalu memandang ke arah langit. Dalam hatinya tersimpan harapan, semoga dia bisa tumbuh ke tempat langit berada.
Ternyata, selain dandelion, bunga-bunga lainnya pun juga memiliki perasaan yang sama terhadap langit, walaupun langit memperlakukan mereka tidak seistimewa ia memperlakukan dandelion. Bunga-bunga lain yang lebih cantik juga selalu memandang langit. Dandelion pun memahami, begitu banyak makhluk selain dia yang mencintai langit. Begitu banyak makhluk yang menyimpan harapan ingin mendapat cinta langit dan dibawa olehnya ke tempat ia berada.

Matahari mengetahui perasaan segala makhluk dan benda2 di bumi terhadap langit. Ia menyadari dandelion pun terus memandang ke arah langit, sementara langit pun terus memperhatikan dandelion secara khusus. Matahari berpikir, seharusnya segalanya jelas bagi langit dan dandelion, bahwa mereka saling mencintai.
Langit menyuruh matahari bersinar lebih lembut dan hangat bagi dandelion. Ia pun memilih air yang terbaik untuk ia berikan bagi dandelion. Matahari pun menyadari, langit sama sekali tidak merasa terbebani melakukan semua itu bagi dandelion. Di mata matahari, langit bahkan semakin bahagia bila ia berhasil melakukan banyak hal bagi dandelion. Dandelion, tanpa ia sadari selalu memandang ke arah langit, ke tempat yang terlalu tinggi baginya, namun ia terus berharap bisa mencapainya. Matahari menyadari, keduanya sudah menyatakan cintanya masing-masing tanpa kata-kata. Toh tidak ada kata-kata yang cukup bisa menggambarkan perasaan mereka satu sama lain.
Dandelion pun akhirnya tumbuh semakin matang, ia mekar. Ia tidak punya kelopak bunga berwarna-warni yang indah. Ia berwarna putih, lembut, dan ringan. Langit begitu bahagia melihat dandelion mekar. Sementara itu, dandelion cemas. Ia sudah mekar sekarang, masih adakah alasan bagi langit untuk memperhatikan dia? Apakah saat ia mekar, adalah saat ia harus menyadari bahwa ia akan mati, tanpa pernah mencapai langit?

Tuhan mendengar kegundahan dandelion. Ia pun menyuruh angin berhembus. Dandelion yang lembut dan ringan, begitu mudah dibawa angin. Angin pun membawanya bertemu dengan kekasih hatinya, sang langit. ^^

Langit begitu bahagia bisa bertemu dengan dandelion. ^^ Ia membiarkan dandelion mejadi bagian dari dirinya, hidupnya, segala yang ada padanya.
Kamu hanya bisa melihat 1 matahari saat siang, 1 bulan saat malam, dan banyak bintang hanya pada saat malam. Tapi,… langit selalu dipenuhi awan. Siang, malam, hujan, maupun cerah. Ketika hujan, awan menutup langit.

Awan sebenarnya adalah dandelion yang telah mencapai langit. Ia masih tetap putih, lembut, dan ringan, namun kini ia sudah memiliki langit. ^^ Ketika hujan, kamu bisa lihat awan berkumpul menutupi langit, sama seperti ketika pikiran langit terfokus untuk memberikan dandelion air yang terbaik.Sekarang, langit tidak memilih air itu sendiri. Bersama, awan (aka mantan dandelion
), ia memilihkan air terbaik bagi seluruh makhluk dan benda di bumi selamanya. ^^ THE END. ^^ (^^mei^^)
Coming up Next : Penjelasan Perumpamaan Langit, Dandelion, dan kawan-kawan. ^^We`ll be right back after the break. ^^

Wew Break Over. Now here we come. :P
Syuuuuuuu….. pertama sebenernya cerita ini bisa diartikan berbeda-beda. ^^ Yang aku tulis di sini, adalah makna yg sbenernya aku pengen pembaca tangkap. Tapi karena keterbatasan kemampuan cara menyampaikan yang kurang,…aku harap semua bisa memaklumi amatir spt saia ini. >.<
Here we goes.
Langit. Langit itu sebenernya cowok. Di sini aku menggambarkan cowok itu memiliki harga diri yang terlalu tinggi untuk mengakui mereka butuh cinta. Setahuku mereka berlaku begitu, karena mereka ngga mau keliatan lemah, mewek-mewek, lembek, menye-menye. Mereka anti banget dikatain “banci”. Padahal sih menurutku, “banci” itu bukan kata yang tepat untuk mengejek. Soalnya, banci yang baik hati yang pernah aku temui itu jauh lebih banyak daripada mereka yang ngaku cowo sejati.
Okay, back to the main case. Karena itulah, aku menggambarkan mereka seperti langit. Tinggi (aka harga diri tinggi), dipandang hebat (pengennya diliat begitu, padahal sih kenyataannya gag semua begitu, agag sombong…), dan seenak jidat(pengen ngatur2, memimpin, dan mendominasi).
Dandelion itu cewek yang bener-bener dijodohkan untuk si langit (aka cowo). Kenapa aku menggambarkan cewek sebagai dandelion? Padahal kan dandelion nggak cantik, lemah menye-menye lagi bunganya. Well, maksudku bukan mau menggambarkan klo cewek itu lemah,menye-menye, ga bisa apa-apa, manja, dan useless yah. Gini. Soalnya menurutku kalo cowo bener-bener sayang ama seorang cewe,setahuku mereka tuh udah ngga liat lagi kecantikan wala wala lainnya. Yang diliat yah,…cewek itu apa adanya. Dandelion kan putih,lembut, bentuknya sederhana (gampang digambar :P). Jadi, dengan menggunakan dandelion, sebenernya aku mau menyampaikan kalo si langit uda kedominasi pikirannya sama si dandelion. Bukan krn si dandelion cantik, cerdas, rajin ngasih makan ayam, ato lainnya, tapi bener-bener karena dia dandelion ya dandelion. Si langit bahkan ngga tau alasannya kenapa dia suka sama dandelion. Kalo dia diwawancara, pasti dia jawab, “Ya, krn dandelion adalah dandelion,”. Di sini aku mau menggambarkan salah satu quotation yang aku suka. Saat kamu benar-benar jatuh cinta dengan jodoh kamu, kamu bahkan tidak tahu alasannya.
Penjelasan tentang quote itu. ^^. Gini, pada dasarnya aku percaya Tuhan itu sudah nyiapin jodoh masing2 orang. Ada yg bilang, klo mereka terkoneksikan sama benang merah… Setahuku sih, bukan benang merah. Tapi panjang gelombang. Orang yang berjodoh itu punya panjang gelombang yang kurang lebih sama. Panjang gelombang yang sama bikin mereka bisa berkomunikasi lebih dalam, ngga cuma pake panca indera, tapi pake hati mereka juga. Setahuku begitu…. Nah, ketika kamu ketemu dengan orang dengan panjang gelombang sama, orang yang peka kadang bisa ngerasa klo kemampuan telepati mereka meningkat :P. Kalo ada dia deket kamu, kamu tahu, dan tanpa sadar ngeliat ke arah dia. Begitu juga dia, dia tahu kamu ada di deket situ,dan tanpa sadar kalian sekarang jadi liat-liatan. ^^ Gituuu. Karena itu juga muncul frasa “cinta pada pandangan pertama”. Well, itu ada benernya sih. Karena sebenernya kalo masalah cinta, yg berhub dengan masalah jodoh, yg berhub sama masalah takdir dan ke-absolutan Tuhan, bukan pikiran kalian yang menentukan. It`s your heart, where God can control you as he wishes, and you can`t resist. Makanya, kadang kalo ditanya, “kenapa u suka ama dia padahal dia tu useless?”. Pikiran kamu nggak akan bisa jawab pertanyaan itu. Nggak ada jawaban logis atas pertanyaan itu. Satu-satunya jawaban yang mungkin, “Because my heart decide her,”. Tapi ya,….pikiran tetep diperlukan untuk uji lanjut apakah itu bener-bener perasaan dari hati kalian, ato hawa nafsu dari khayalan kalian.
Well satu hal lain yang bisa jadi clue kalo kalian jatuh cinta pada orang yang benar,… you don`t need a word to express it, coz there is no such word can describe how deep is your feeling, but your partner still understand. ^^ Kenapa bisa begitu? Balik ke teori panjang gelombang itu. Yah, karena skrg kalian bisa telepati, jadi buat apa lagi pake kata2? ^^
Next. Di sini aku menggambarkan langit naksir dandelion setelah dia udah melaksanakan tugas melindungi bumi dengan baik kan? Maksudku, cowok itu mesti punya bekal dan modal untuk berani mendeklarasikan seorang cewek itu milik dia. (Bukan duit loh ya!!! >.<). Bekal itu, antara lain kekuatan untuk melindungi, kedewasaan untuk memimpin, dan jaminan pertanggungan jawab atas masa depan si cewek.
Jadi menurutku, sebelum berani melakukan pendekatan ke seorang cewek, walaupun mungkin dia emang udah dijodhkan sama kamu oleh Tuhan, kamu tetep harus mempersiapkan dan mengembangkan diri supaya LAYAK untuk menjaga jodoh kamu itu. ^^ Gitu…
Next. Di sini aku menggambarkan si dandelion lemah tak berguna itu baru dipertemukan dengan langit, setelah dia mekar kan? Maksudnya…. sama kayak si cowok, cewek pun, sebelum dia bisa “dimiliki” seseorang, dia pun harus mengembangkan diri sedemikian rupa supaya bisa mendampingi si cowo. Jangan cuma jadi makhluk tak berdaya, ngga punya otak, yang cuma numpang makan dan tidur, sambil mengahbiskan gaji suami, tapi,….seorang cewe juga harus bisa mendukung cowonya sebagai partner dalam membangun dunia, sesuai keinginan Tuhan.
Kabar baik untuk para cowok,menurut berbagai sumber, kalo cewek jatuh cinta, sama seperti si dandelion,katanya….. kamu pasti jadi alasan kenapa dia bisa mekar begitu indah.
Ini juga bisa menjelaskan kenapa klo cewe naksir orang, dia jadi cantik dan mungkin lebih rajin merawat diri, well…apalagi kalo bukan untuk menguasai pandangan dan perhatian si cowo….Ha ha ha. Yang ini aku ngga tau sama sekali….Tapi iya kali ya?
Well, aku juga menceritakan banyak bunga-bunga lain yang naksir si langit kan? Well, hati nurani itu dari Tuhan, tapi ego dan hawa nafsu itu bersumber dari manusia sendiri. Tuhan akan memberitahu jodoh kamu lewat hati kamu, tapi kadang orang salah menerjemahkan ego dan hawa nafsu sebagai tanda dari Tuhan. >.<. Weks! Sama kayak bunga-bunga yang cantik itu. Sebenernya jodoh mereka bukan langit, tapi ego dan hawa nafsu mereka membuat mereka mengharapkan cinta langit, karena banyak alasan yang mungkin nggak bener. Misalnya, kalo jadi kekasih langit, bisa terkenal, ato ikut berkuasa, ato bikin mereka keliatan hebat juga? Yah gitulah. Makanya, di situ mereka aku gambarkan berwarna-warni, cantik, tapi….nggak putih polos dan tulus seperti dandelion…^^
Sebenernya Tuhan uda aware sama masalah kayak gini. (Aka salah menerjemahkan kode2 jodoh mrk siapa). Jadi,…Tuhan pasti ikut campur tangan dalam mempersatukan ciptaan-Nya itu. Dalam cerita itu, Tuhan menggunakan angin untuk mendekatkan dandelion dengan langit kan? Well, ini tanda yang lebih jelas bagi kamu kalo seseorang emang jodoh kamu. Selalu ada aja kesempatan, kebetulan yang nggak kamu duga-duga, tapi bisa mendekatkan kalian. ^^Caranya gimana…terserah Dia. Dari semua bunga yang naksir langit, Tuhan cuma menyuruh angin membawa dandelion saja ke langit. Ini juga jawaban bagi bunga-bunga lain yang menaruh hati sama langit, “You`re all not the one for him. Just her(refer to dandelion),”. Jadi, seberapa banyak pun si langit ditaksir makhluk2 bumi, di hatinya cuma ada 1 tempat. Siapa yg berhak atas tempat di hatinya, juga sebenernya bukan dia yang berhak menentukan, tapi Tuhan seorang. Kalo pun langit naksir makhluk/benda lain, Tuhan pasti nggak akan tinggal diem. Dia pasti menghujani langit dengan kesialan, supaya langit sadar kalo mereka bukan jodoh dia sebenernya. ^^ Pesan untuk cowok2 : Sometimes the woman in your eyes is not the woman in your heart. Jadi mesti selektif dan sadar perasaan diri sendiri. ^^Ckakakakkaka.
Bunga dandelion itu kan putih, ringan, dan lembut. Karena dia begitu, makanya angin mudah membawa dia ke langit. Itu juga sebenernya maksudku, urusan jodoh tuh dipasrahkan aja ke Tuhan. Kalian boleh mencintai seseorang dengan tulus (as white as dandelion), tapi jangan jadikan itu beban pikiran, tapi serahkan segalanya ke Tuhan (so, be light as dandelion seed). Kalo kalian begitu maka, kalian mempermudah Tuhan mempertemukan kalian dengan jodoh masing2 (as easy as the wind blow the dandelion to the sky).
Setelah kalian dipertemukan, nggak seperti di fairy tale, kalian happily ever after, hedon sepanjang masa. NO!!! Kalian justru harus tetap bersinergi untuk mempersembahkan sesuatu yang lebih bagi Tuhan. Misalnya aku gambarkan dandelion yang udah jadi awan, bekerja sama dengan langit untuk ngaish ujan kan? ^^
Dalam menemukan jodoh itu, emang kayaknya butuh kesabaran. Langit pun mesti sabar merawat dandelion, sebelum dia bisa diterbangkan angin ke tempatnya. Dandelion pun harus menghadapi tekanan dari lingkungannya sebelum dia bisa mencapai langit (refers to those pretty flowers). ^^ Tapi satu yang pasti Tuhan akan membuat segalanya indah pada waktunya. ^^
Kalo aku jadi pemeran di cerita itu,….aku pengen jadi angin yang mempertemukan dandelion sama langit. ^^Beda sama dandelion dan langit yang saling mengharapkan kebahagiaan satu sama lain,….angin nggak punya perasaan itu. Tapi angin hanya mendengarkan Tuhan. Dia menuruti semua perintah Tuhan, untuk membahagiakan Tuhan. Caranya? Dia mau jadi alat bagi Tuhan untuk memberi kebahagiaan ke orang lain. ^^ Semoga…suatu saat nanti aku bisa jadi angin bagi semua orang…..^^.