• September 2010
    M T W T F S S
    « Mar    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

Bunga Ajisai (Ajisai no Hana) ¦:

Bunga ajisai: Hydrangea macrophylla f. macrophylla

Dari awal bulan Juni, mulai musim hujan Jepang “tsuyu” selama satu bulan. Saat itu kelembaban tinggi, suhu udaranya lebih 25 derajat Celsius. Makanannya mudah berjamur. Tetapi sekarang ajisai berbunga penuh.

Ajisai itu tumbuhan khusus Jepang. Ada banyak jenisnya, warnanya biru atau ungu. Di Tokyo bunga ini mekar dari akhir bulan Mei sampai akhir bulan Juni.

Karena ajisai dikenal sejak zaman purba bunga ini menjadi tema waka dalam Manyo^shu^ (abad 8), misalnya,

Ajisai no yae saku gotoku yatsu yo ni wo imase waga seko mitsutsu shinobamu

oleh TACHIBABANO Moroe (684-757).

Artinya: Seperti bunga ajisai berbunga dengan delapan lapis, semoga anda panjang umur selama delapan generasi Kaisar. saya lihat bunga ajisai dan ingat anda.

Walaupun dikenal sejak dulu, bunga ini jarang menjadi tema waka. Tetapi waka modern (tanka) ada banyak karya yang temanya ajisai, karena ajisai itu salah satu bunga yang paling umum dan dicintai masyarakat Jepang.

Haiku oleh MATSUO Basho^ (1644-1694) ada beberapa yang temanya ajisai.

Ajisai ya katabira toki no usu asagi

Artinya: Ajisai sudah berbunga. Sekarang musimnya menjadi panas, harus pakai pakaian katabira (pakaian tipis untuk musim panas) yang warnanya sama dengan ajisai, biru muda.

MASAOKA Shiki (1867-1902) juga mengarang haiku yang temanya ajisai.

Ajisai ya hanada ni kawaru kinou kyou

Artinya: Bunga ajisai baru mekar. Kemarin masih kuncup, hari ini berbunga. Warnanya berubah dari hijau sampai biru tua.

Bunga ini dulu dibawa ke Tiongkok, pada 1789 ilmuwan botani Inggris Joseph Banks (1743-1820) membawakannya ke kebun botani Kwe di London dari Tiongkok. Sesudah itu di Eropa varietas ajisai dilahirkan banyak.

Ajisai ini diteliti secara rinci oleh seorang dokter Jerman namanya Phillip Franz von Siebold (1796-1866).

Dia lahir pada 1776 di Jerman. Keluarganya terkenal bidang kedokteran. Sesudah menjadi dokter, dia ingin pergi ke Asia untuk tambah pengalaman. Dia menemukan lowongan dokter kemiliteran di Hindia Belanda, pada bulan Februari 1823 datang ke Batavia.

Sejak awal abad 17, karena takut masuk agama Kristen, pemerintah Bakufu Jepang mengambil kebijakan “sakoku” (tutup negara) yaitu melarang bergaul dengan mancanegara dan tidak punya hubungan diplomatik dan perdagangan kecuali Korea, Tiongkok dan Belanda. Jumlah orang Belanda yang diizin tinggal di Jepang sangat terbatas, belasan orang saja. Mereka semua terpaksa bermukim di Dejima, pulau kecil di Nagasaki, tidak boleh keluar dari pulau Dejima itu tanpa izin.

Pengtahuan Barat masuk ke Jepang melalui Belanda saja, informasi tentang Jepang juga mesuk ke Barat dari kantor VOC di Jepang saja. Saat itu ilmuwan Barat tentang Jepang, misalnya Engelbert Kaempfer (1651-1716. penulis “The history of Japan”), Carl Peter Thunberg (1743-1828. murid Linne. penulis “Flora Jepang”.), mereka semua pegawai kantor VOC di Jepang.

Siebold datang ke Jepang pada 1823 sebagai dokter kantor perdagangan Belanda di Nagasaki.

Kemahiran kedokteran dia menjadi terkenal, dia diizin oleh pemerintah Jepang untuk mendirikan rumah sakit dan sekolah di desa Narutaki, pinggiran kota Nagasaki. Namanya sekolah itu “Narutaki Juku” (juku artinya sekolah), muridnya belajar bahasa Belanda, kedokteran, ilmu tumbuhan.

Tujuannya datang ke Jepang adalah mencari informasi tentang Jepang. Pemerintah Belanda memerintah kepada Siebold mencari informasi tentang Jepang, karena Jepang adalah partner dagang Belanda yang penting. Belanda cari komoditi lebih laku.

Siebold memberikan tema penelitian macam-macam kepada muridnya Narutaki Juku, dan memerintahkan muridnya menulis laporan dalam bahasa Belanda.

Muridnya di Narutaki Juku ada banyak tokoh besar di dalam dunia ilmu pengetahuan di Jepang. Saat itu masih ada pejabat tinggi pemerintah Bakufu Jepang yang benci hal-hal berbau Barat. Antara murid Narutaki Juku, misalnya TAKANO Cho^ei (1804-1850) dihukum kurungan seumur hidup. (Dia nantinya melarikan diri dari penjara, berganti nama dan bekerja sebagai dokter dan menerjemahkan buku ilmu kemiliteran dari Belanda. Tetapi akhirnya diketemukan oleh polisi, dan ia bunuh diri.)

Patung Siebold dan bunga ajisai di tempat bekas Narutaki Juku.
Di Museum botani Leiden juga ada patung Siebold, sekitarnya ditanam pohon ajisai.

Terutama Siebold sangat kagum kekayaan flora Jepang. Dengan bantuan muridnya, dia mengkoleksi tumbuhan Jepang. Dia membudidayakan tumbuhan-tumbuhan di Dejima dan Narutaki Juku, lebih seribu jenisnya tumbuhan. Koleksi tumbuhan itu dikirim ke Belanda melalui Batavia. Sebagian tumbuhan itu dikirim ke Kebun Raya Bogor juga. Pada 1825 Siebold kirim biji pohon teh Jepang ke Jawa, sesudah itu perkebunan teh di Jawa berhasil.

Rupanya bagi Siebold, ajisai adalah tumbuhan istimewa. Satu-satunya artikel yang dia sendiri tulis tentang taksonomi botani adalah artikel tentang marga Hydrangea, yaitu ajisai.

Untuk ajisai, dia memberi nama latin Hydrangea Otakusa. Otakusa itu berasal dari nama pacarnya, seorang wanita Jepang Otaki. Siebold panggil “Otaku san” untuk nama pacarnya. Otaki melahirkan putri Siebold. Anak ini namanya Ine. Ine nanti berguru pada muridnya Siebold (murid ayahnya sendiri) dan menjadi dokter wanita pertama di Jepang.

Siebold mengirimkan bermacam-macam bahan dari Jepang ke Belanda, tetapi pada 1828 apesnya kapal yang muat barang barang Siebold kandas. Polisi Jepang memeriksa barangnya, menemukan peta Jepang. Saat itu peta Jepang adalah rahasia negara Jepang. Kemudian Siebold menjadi tahan rumah di Dejima dan seorang “rangakusha” (ilmuwan yang meneliti ilmu Barat. “ran” itu singkatan Belanda, “rangaku” berarti ilmu Barat. “gakusha” berarti ilmuwan) TAKAHASHI Kageyasu yang memberi peta Jepang kepada Siebold ditangkap dan meninggal dunia di penjara. Pada 1929, Siebold diusir keluar dari Jepang.

Sesudah pulang ke Belanda dia menulis Flora Japonica (Tumbuhan Jepang) dan Fauna Japonica (Binatang Jepang). Dia tinggal di Leiden dan di Museum tumbuhan Leiden dia menanam tumbuhan yang dia bawa. Tentu saja termasuk ajisai. Siebold memberi nama-nama Latin untuk banyak tumbuhan Jepang. Sampai sekarang banyak nama Latin tumbuhan yang dinamakan oleh Siebold masih digunakan.

Di museum-museum Leiden ada banyak opset dan isotipe yang dikirim oleh Siebold. Terutama, opset serigala Jepang yang sekarang sudah punah terkenal.

Selain itu, dia menulis buku “Nippon” (Jepang), buku ini diterbit mulai 1832 sampai 1853. Isinya:

  1. Geografi Jepang.
  2. Senjata dan bela diri Jepang.
  3. Sejarah Jepang.
  4. Agama di Jepang.
  5. Perkebunan teh dan proses buat teh di Jepang.
  6. Perdagangan Jepang.
  7. Informasi negara-negara sekitar Jepang: Korea, daerah utara Jepang, Ryukyu (Okinawa).

Di bagian ke-7 dia menulis tantang bahasa Ainu (penduduk asli daerah utara Jepang).

Pada 1853, 24 tahun kemudian sejak Siebold diusir dari Jepang, empat kapal perang Amerika dikomandoi laksamana Matthew Calbraith Perry (1794-1858) datang ke jepang dan berlabuh di dekat Edo (Tokyo) untuk menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan. Pada 1854, pemerintah Bakufu Jepang menandatangani perjanjian persahabatan dengan Amerika. Kebijakan tutup negara yang berlanjut selama lebih 200 tahun dicabut.

Pada 1859, Siebold datang ke Jepang lagi. Dia bertemu dengan Otaki, Ine dan muridnya. Kali ini Siebold menjadi konsultan pemerintah Bakufu, memberikan nesihat tentang kebijakan diplomatik. Masa jabatannya sebagai konsultan Bakufu selesai, dia pulang ke Belanda pada 1862.

Di Wuerzburg (tempat lahir Siebold) di Jerman dan di Nagasaki, ada museum tentang Siebold.

Das Siebold-Museum in Wurzburg
http://uploader.wuerzburg.de/siebold-museum/

Siebold Memorial Museum di Nagasaki
http://www1.city.nagasaki.nagasaki.jp/siebold/index_e.html

Di Leiden, ada Siebold Huis
http://www.sieboldhuis.org/

Sekarang ajisai menjadi bunga kota Nagasaki.

Universitas yang didirikan oleh pemerintahan propinsi Nagasaki pada tahun 1999, nama universitas-nya adalah Nagasaki Siebold Daigaku (Universitas Nagasaki Siebold) http://www.sun.ac.jp/index.html.

Tentu saja Siebold meninggalkan jejak langkah dalam ilmu pengetahuan di Hindia Belanda. Tetapi saat saya mencari dengan search engine, artikel tentang Siebold yang ditulis dalam bahasa Indonesia sedikit saja. Kalau pembaca menemukan artikel tentang Siebold yang bahasa Indonesia, tolong beritahu untuk saya.

Copyright © 2009 niwaexia@hellokitty.co.id
All rights reserved.