• September 2010
    M T W T F S S
    « May    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

Aii2 semuanya, pasti bertanya2, kenapa SelyChan ga tulis2 blog lg, iya nih sebenernya SelyChan lagi kena sakit bbrp hari ini uh BT bgt d, tiduran mulu jadinya, dr yg kena maag, flu, demam, aduh kena virus apa akuh ini, yawda mohon doanya dari Teman” sekalian biar SelyChan bisa cpt sembuh trs tulis2 Blog lg yak….

Salam manis SelyChannull

Tanya: Sebutkan kitab yang paling keras dalam Alkitab?

Jawab: O-baja.

Tanya: Sebutkan kitab yang mengandung buah-buahan?

Jawab: Fi-Lemon.

Tanya: Sebutkan kitab yang tidak mengenal rasa takut?

Jawab: I-brani.

Tanya: Sebutkan provinsi di Indonesia yang tercantum dalam Alkitab!

Jawab: Lihat Mazmur 69:20, kata keempat.

Tanya: Sebutkan ayat dalam Alkitab yang paling banyak diserang!

Jawab: Lihat Yesaya 10:28

Tanya: Sebutkan nama dewa yang suka bergelantungan di menara gereja!

Jawab: Lihat Yesaya 46:1, kata kedua

(di ambil dari 110 Humor Penyegar Jiwa)null

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang-bincang di tepi sungai. Kata Ayah kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.” Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengar percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan ini akan mati.” Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, “Dimanakah air?” Jawab ikan sepuh, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati.”

Manusia kadang-kadang mengalami situasi seperti si ikan kecil, mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai dia tidak menyadarinya…. Kehidupan dan kebahagiaan ada di sekeliling kita dan sedang kita jalani, sepanjang kita mau membuka diri dan pikiran kita, karena saat untuk berbahagia adalah saat ini, saat untuk berbahagia dapat kita tentukan.

Ikan

Seorang gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena “sudah terlalu penuh”. Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis? “Saya  tidak dapat ke Sekolah Minggu” kata si gadis kecil. Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak acakan dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak di sambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera di tuntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.

Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur di malam itu, ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Jesus. Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu, si gadis berkawan dengan sang pastur

Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggal nya didaerah kumuh, dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin di temukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya: “Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu” Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uang nya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk maksud yang sangat mulia. Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya.

Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu. Setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu, para anggota jemaat pun dengan suka rela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan. Akhirnya bola salju yang di mulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton). Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan, namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi.
null

Saat ini, jika kamu berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar, Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah Minggu. Didalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis kecil miskin itu, yaitu Pastor DR.Russel H.Conwell penulis buku “Acres of Diamonds”

(Di ambil dari BERKAT)

Inilah Temple Babtist Church

Temple Babtist Church

Ini Temple University, Keren ya ada menara loncengnyanull

Temple University

ini Good Samaritan Hospital

Good Samaritan Hospital

Salam Damai, SelyChannull

Untuk membangkitkan semangat anak buahnya untuk selalu bekerja dengan giat, mendiang Ibu Teresa sering melontarkan humor-humor ringan. Salah satunya begini:

Seorang pelancong mengalami nasib sial. Mobilnya mogok di daerah yang sangat tandus dan jauh dari rumah penduduk. Yang ada di dekat situ hanyalah sebuah biara, dan alat transportasi yang dapat ditawarkan para biarawan disana hanyalah seekor keledai.

Kita tau bahwa keledai merupakan hewan yang dikenal “keras kepala” dan kurang cerdas. Namun karena ia harus tiba di suatu tempat malam itu juga,     si pelancong menerima tawaran itu. Biarawan itupun membisikkan “rahasia” untuk menangani si keledai. Dikatakan si penunggang harus mengatakan “Amin, amin” bila ingin supaya keledai itu berhenti. Dan bila ingin maju, ia harus mengatakan “Syukurlah, syukurlah”.

Perjalanan berlangsung dengan lancar tanpa masalah, sampai suatu ketika tampak jurang menganga di hadapan mereka. Untung meski dengan gugup, penunggangnya sempat mengatakan, “Amin, amin” sehingga keledai berhenti pas di bibir jurang. Namun karena leganya, si penunggang spontan mengatakan, “Syukurlah, syukurlah!” Maka bisa dibayangkan apa yang segera dilakukan si keledai. Keduanya langsung tercebur ke jurang. Ibu Teresa

(Di ambil dari: Mother Teresa, The Spirit and The Work)

Semoga Teman” yang membaca juga jadi bersemangat Salam Manis
Selychannull

Hai Teman-teman, Buat tmn” yg suka baca blognya GM-Alvaro ini dia Link dan Blog Bannernya

Link: http://blog.hellokitty.co.id/gm-alvaro/

Link Gambar: http://i83.photobucket.com/albums/j298/motz2/alvaro-5.gif

inilah gambarnya                                                                                                          null

Mudah”an Alvaro suka ya, Salam SelyChannull

Sudah sehari suntuk Ungke mencari ikan di laut, tapi tak seekor ikanpun dia peroleh. Karena Ungke aktif dalam kegiatan gereja, dia ingat untuk minta tolong kepada Tuhan. Ungke berbisik, “Tuhan, kalau Engkau memberikan saya banyak ikan, hasil penjualan sebagian akan saya serahkan untuk pekerjaan-Mu”

Doanya terjawab. Tak berapa lama, perahunya sudah penuh dengan ikan. Ungke bersiul kegirangan dan mendayung perahunya ke pantai. Seluruh hasil tangkapannya dia jual dan hasilnya dia pakai untuk membangun rumah. Baru beberapa lama rumah itu dia diami, rumahnya tanpa sebab yang jelas terbakar habis. Di depan reruntuhan rumahnya, Ungke mendesis, “Tuhan, Engkau bukan main. Persoalan di laut masih Engkau ingat sampai di darat.”

(di ambil dari Berkat) Semoga menghibur Salam manis SelyChannull

Suatu hari,  ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian kesuatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang miskin. Mereka sangat miskin. Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, “Bagaimana perjalanan tadi?” “Sungguh luar biasa, Pa.” “Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?” tanya sang ayah. “Iya, Pa,” jawabnya. “Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?” tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, “Saya melihat kenyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka. Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa. Kemudian si anak menambahkan,”Terima kasih, Pa, akhirnya aku tau betapa miskinnya diri kita.”

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain. Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.

(Di ambil dari BERKAT) Salam manis SelyChannull

Hai setelah sekian lama akirnya SelyChan bikin banner jg ini buat yg suka baca blog SelyChan

Link:  http://blog.hellokitty.co.id/pietrel

Gambar: http://i83.photobucket.com/albums/j298/motz2/Animation3.gif
null
ini link buat yang langsung ke kategori santai sejenak:

http://blog.sanriotown.co.id/pietrel:hellokitty.co.id/category/santai-sejenak/

Gambar: http://i83.photobucket.com/albums/j298/motz2/santai-1.gif
null
ini link buat ke Diary SelyChan:

http://blog.sanriotown.co.id/pietrel:hellokitty.co.id/category/diary/

Gambar: http://i83.photobucket.com/albums/j298/motz2/diary2.gif
null
Salam SelyChannull

Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik “Lihat cangkir itu,” kata si oma kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah kulihat,” ujar si opa.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar, Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “Belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulan. Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas !  Teriakku dengan keras Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !” Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaank. Oh ternyata belum. Setelah begitu dingin aku diberikan kepada wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Aromanya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakkanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” Kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.”

Cangkir2
Teman, Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat Ia membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Tuhan untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Tuhan. “Teman-temanKu, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tau bahwa UJIAN terhadap IMANMU menghasilkan KETEKUNAN. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Tuhan sedang membentuk anda. Bentukan-bentukan ini memang sangat menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.”

Privacy Policy | Terms of Service


© 1976, 2009 SANRIO CO., LTD. All rights reserved.
All copyrights on this page are owned by their respective owners. Comments are owned by the Poster.
Sanriotown Official Site | Sanrio Digital |Powered by WordPress.