• October 2009
    M T W T F S S
    « Sep   Mar »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Hiahaha… Hibari datang lagi ke blog hellokitty~
Kemana Hibari menghilang selama ini? Yeah, sibuk promosiin brand USANEKO dan baru-baru ini tenggelam maenan forum RPG nya Harry Potter di IndoHogwarts.co.nr~
Hobby menulis amat sangat tersalurkan, bener-bener tempat yang OKE banget buat latihan nulis cerita fiksi.

Nih salah satu cerita yang Hibari buat disana~

____________________________________________________________________

“When you’re around someone so much, for so long, they become a part of you, and when they change or go away, you don’t know who you are without them.”-Sarah Headley

Nabelle M. Elsveta, seorang gadis kecil yang dibesarkan sebagai nona muda yang lemah lembut dan anggun. Dilahirkan di sebuah kota kecil bernama Novgorod di Russia.

Sejak kecil, dia diajari untuk mematuhi otoritas. Dibiasakan untuk berpikir sebelum mengatakan sesuatu agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Dibiasakan untuk bicara dan bersikap lemah lembut. Diajari untuk peduli pada orang lain yang membutuhkan. Belle dididik untuk menjadi seorang nona yang anggun saat ia masih tinggal di Russia bersama keluarga almarhum ayahnya yang adalah keturunan bangsawan. Namun, bukan untuk menjadi nona yang cengeng dan lemah. Belle juga diajari dasar-dasar berpedang dan sedikit sihir selama 1 tahun terakhirnya di Russia –untuk mempertahankan diri saat ada bahaya.

Selama 11 tahun hidupnya, tak pernah sekalipun dia ditinggalkan sendiri seperti sekarang. Dia tahu, bukan keinginan ibunya meninggalkannya –lagipula, bukankah dia sendiri sudah bilang supaya sang ibu tidak kuatir padanya?

Awalnya, Belle pikir semuanya akan baik-baik saja sampai akhirnya dia menyadari bahwa segala hal menjadi sulit saat dia berada jauh dari ibunya dan juga orang-orang yang selama ini ada di dekatnya. Untuk seorang gadis seusianya, bisa bertahan selama 2 hari sendirian di tempat asing saja sudah luar biasa. Benar kan?

Kini Belle bingung. Dia seolah tak kenal lagi siapa dirinya selama berada di Leaky Cauldron dan juga Diagon Alley tentunya. Dia sadar betul kalau pembawaan dirinya yang biasanya tenang, kini seolah hilang. Dia bukan lagi dirinya. Sejak tiba di sini, dia jadi cepat panik, sering bingung, dan puncaknya dia menangis di kedai es krim yang ada di Diagon Alley dan membuat kehebohan kecil di Leaky Cauldron gara-gara kejadian yang kurang lebih sama. Barang-barang belanjaannya jatuh berserakan. Ya, dia juga jadi ceroboh dan entah sudah berapa kali terjatuh.

Tak hanya itu, dia juga tak mendapatkan kucing Sphynx yang dia inginkan di Toko Hewan Sihir. Ah, mungkin besok dia akan membeli kucing berkuping lebar itu atau mungkin bola berbulu yang berwarna-warni itu. Lagipula, dia masih harus membeli lagi beberapa barang kebutuhan sekolahnya yang rusak karena jatuh.

Oh ya, juga kepergian Lisa. Seorang teman yang baru dikenalnya disini. Anak yang ceria meski agak pembual. Tenang saja Lisa, aku akan mencoba berteman dengan senior dari Slytherin itu.

Belle duduk bersandar di pohon yang tak begitu besar. Sebuah gitar tergeletak di sampingnya. Meski hari sudah sore, sinar matahari masih menyinari dengan cahaya yang lembut. Warna rambutnya yang pirang terlihat berkilau tertimpa sinarnya. Mungkin jika ada orang yang melihat, pemandangan ini seperti ada seorang peri sedang berteduh di bawah pohon.

Belle merasa sedikit lebih baik, setidaknya tempat itu tenang dan tersembunyi. Dia bisa menenangkan diri di sini. Beruntung dia menemukan tempat ini tanpa sengaja tadi pagi. Benar-benar cocok untuk menenangkan pikiran meski tempatnya tak seindah dan seluas lapangan rumput dekat rumahnya di London. Tiba-tiba Belle teringat sebuah pesan yang pernah diucapkan almarhum ayahnya beberapa tahun lalu –yang juga tercatat dalam diary-nya.

“A mind not to be changed by place or time, the mind is its own place, and in itself can make a Heaven of Hell, a Hell of Heaven.â€

Kau benar, Dad. Dalam situasi apapun, aku harus berpikir positif. Dengan pikiranku, aku bisa membuat surga di tengah-tengah neraka… dan juga sebaliknya… Perubahan tak selalu buruk, bukan?

Belle tersenyum sambil memeluk gitar kesayangannya. Ya, ini juga salah satu hal positif yang bisa dia syukuri. Sekolah membolehkannya membawa alat musik. Dan masih banyak hal lain yang patut dia syukuri. Dia sudah mengenal cukup banyak teman baru –Faye yang ramah, Elf yang sepertinya sedang diet, Emma yang sama-sama bingung dengan dunia sihir, Clive yang agak dingin, Vincent yang lucu, dan beberapa anak lain plus beberapa senior yang cantik juga yang tampan.

Ya, semuanya tak seburuk dugaannya. Belle tersenyum –memetik gitarnya mengalunkan musik yang lembut. Matanya terpejam –tenggelam dalam dunianya sendiri. Belle sudah kembali –oh, bukan– Belle tak pernah pergi, Belle selalu ada disini. Belle hanya sedang bertumbuh menjadi Belle yang lebih baik dan lebih dewasa karena pengalaman-pengalaman baru selama beberapa hari ini. Pengalaman adalah guru yang terbaik, bukan? Setiap orang butuh waktu menyendiri untuk mencerna segala permasalahan yang terjadi dalam kehidupan. Waktu untuk meluruskan benang kusut yang ada dalam pikiran menjadi benang lurus yang akan merajut lebih banyak keindahan dalam kehidupan.

Belle memetik gitarnya sambil tersenyum –dengan mata tetap terpejam, bibirnya mulai bergerak merangkai sebuah syair singkat yang mengalir di kepalanya –mengiringi alunan petikan gitarnya. Sebuah lagu lembut yang mewakili keadaan dirinya saat itu.

Na na na na na…
a Heaven of Hell or a Hell of Heaven
it’s up to your mind
you wanna lose or you wanna win
the life you lived in is in your mind
you gotta be brave to face your problems
think about happy moments instead the bad
then you will find.. oh..
that everything is just..

alright…
(credit to Belle’s PM)

Privacy Policy | Terms of Service


© 1976, 2009 SANRIO CO., LTD. All rights reserved.
All copyrights on this page are owned by their respective owners. Comments are owned by the Poster.
Sanriotown Official Site | Sanrio Digital |Powered by WordPress.